<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8865110865938191433</id><updated>2012-02-16T01:00:48.199-08:00</updated><title type='text'>Rona Kehidupan</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://isal-go.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8865110865938191433/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isal-go.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>iisal :)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05074571180169883322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_KV5ll65JqCo/Shn6yvRFWgI/AAAAAAAAAAY/EghhJIgBDiM/S220/private_1_1b6a8e8ba28c0673b84d3ec9de797fae55974c5e70d60d8433bd88fca6a186d3l.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>9</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8865110865938191433.post-9007976862123661008</id><published>2009-07-21T06:10:00.000-07:00</published><updated>2009-07-21T06:13:22.817-07:00</updated><title type='text'>Ayah Evert Maafkan Pelaku Pengeboman</title><content type='html'>SENIN, 20 JULI 2009 | 17:33 WIB&lt;br /&gt;JAKARTA, kompas..com - Bagi sebagian orang, memaafkan mungkin salah satu hal yang paling sulit dilakukan. Apalagi jika harus memaafkan orang yang telah membunuh anggota keluarganya. Namun lain halnya dengan Victor Mocodompis (70), yang anaknya Evert Mocodompis, tewas akibat ledakan bom di JW Marriott dan Ritz Carlton Jumat (17/7) lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;&lt;i&gt;Evert mengaku ia dan keluarga besar Mocodompis telah memaafkan siapapun yang menjadi dalang dan pelaku bom di kawasan Kuningan yang telah menewaskan putra keduanya itu. "Ada tertulis, jika pipi kananmu ditampar maka berikanlah pula pipi kirimu. Kasihilah musuh-musuhmu. Dari hati yang paling dalam saya sudah maafkan mereka," kata Victor dengan nada lirih, Senin (20/7).&lt;/i&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal sejak wafatnya Evert, praktis keluarga Victor Mocodompis kini hanya menyisakan satu anak. Yakni Jefry Mocodompis, si putra bungsu. "Evert adalah putra kedua. Dua orang saudaranya juga sudah lebih dulu mendahuluinya," kata Edward seorang kerabat Victor Mocodompis di GPIB Kasih Karunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesedihan makin mendalam, mengingat Evert juga meninggalkan istrinya Ratna dan dua buah cinta mereka. Adalah Angel (5), putri pertama pasangan Evert dan Ratna. Sementara putra keduanya yang bahkan belum sempat diberi nama tak sempat pula dilihat oleh almarhum. Maut ternyata lebih dulu menjemput Evert sebelum ia sempat melihat putra keduanya lahir ke dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Ratna, wanita asal Klaten yang dinikahi Evert enam tahun silam, masih dalam perawatan pascamelahirkan di salah satu rumah sakit di Ciledug. Kesedihan Ratna tentu makin berlipat karena ia sendiri tak mampu hadir menyaksikan pemakaman sang suami karena kondisinya yang masih lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun merasakan kepedihan yang mendalam, Victor mengaku menyerahkan semuanya kepada rencana Tuhan. Agaknya bagi Victor, meskipun si pelaku berhasil menghilangkan nyawa Evert, namun tidak demikian dengan jiwa dan kenangannya bersama putra tercintanya itu. "Evert akan tetap ada di hati kami", ujar pria asal Sangir, Sulawesi Utara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:6;"&gt;Seperti inilah sikap yang harus kita teladani,&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8865110865938191433-9007976862123661008?l=isal-go.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isal-go.blogspot.com/feeds/9007976862123661008/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://isal-go.blogspot.com/2009/07/ayah-evert-maafkan-pelaku-pengeboman.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8865110865938191433/posts/default/9007976862123661008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8865110865938191433/posts/default/9007976862123661008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isal-go.blogspot.com/2009/07/ayah-evert-maafkan-pelaku-pengeboman.html' title='Ayah Evert Maafkan Pelaku Pengeboman'/><author><name>iisal :)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05074571180169883322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_KV5ll65JqCo/Shn6yvRFWgI/AAAAAAAAAAY/EghhJIgBDiM/S220/private_1_1b6a8e8ba28c0673b84d3ec9de797fae55974c5e70d60d8433bd88fca6a186d3l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8865110865938191433.post-198323437117565282</id><published>2009-06-26T22:19:00.000-07:00</published><updated>2009-06-26T22:21:50.882-07:00</updated><title type='text'>Apa Artinya Cinta ? (AAC)</title><content type='html'>Mereka yang tidak menyukainya menyebutnya tanggung jawab,&lt;br /&gt;Mereka yang bermain dengannya menyebutnya sebuah permainan,&lt;br /&gt;Mereka yang tidak memilikinya menyebutnya sebuah impian,&lt;br /&gt;Mereka yang mencintai menyebutnya takdir.&lt;br /&gt;Kadang Tuhan yang mengetahui yang terbaik akan memberi&lt;br /&gt;kesusahan untuk menguji kita Kadang Ia pun melukai hati, supaya hikmat-Nya&lt;br /&gt;bisa tertanam dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita kehilangan cinta, maka pasti ada alasan dibaliknya.&lt;br /&gt;Alasan yang kadang sulit untuk dimengerti, namun kita&lt;br /&gt;tetap harus percaya bahwa ketika Ia mengambil sesuatu,&lt;br /&gt;Ia telah siap memberi yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa menunggu?&lt;br /&gt;Karena walaupun kita ingin mengambil keputusan, kita&lt;br /&gt;tidak ingin tergesa-gesa. Karena walaupun kita ingin&lt;br /&gt;cepat-cepat, kita tidak ingin sembrono.&lt;br /&gt;Karena walaupun kita ingin segera menemukan orang yang kita&lt;br /&gt;cintai, kita tidak ingin kehilangan jati diri kita dalam proses&lt;br /&gt;pencarian itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ingin berlari, belajarlah berjalan duhulu,&lt;br /&gt;Jika ingin berenang, belajarlah mengapung dahulu,&lt;br /&gt;Jika ingin dicintai, belajarlah mencintai dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya, lebih baik menunggu orang yang kita&lt;br /&gt;inginkan, ketimbang memilih apa yang ada. Tetap lebih&lt;br /&gt;baik menunggu orang yang kita cintai, ketimbang&lt;br /&gt;memuaskan diri dengan apa yang ada.&lt;br /&gt;Tetap lebih baik menunggu orang yang tepat, karena hidup&lt;br /&gt;ini terlampau singkat untuk dilewatkan bersama pilihan yang salah, karena&lt;br /&gt;menunggu mempunyai tujuan yang mulia dan&lt;br /&gt;misterius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu kau ketahui bahwa bunga tidak mekar dalam waktu&lt;br /&gt;semalam, Kota Roma tidak dibangun dalam sehari,&lt;br /&gt;Kehidupan dirajut dalam rahim selama sembilan bulan,&lt;br /&gt;Cinta yang agung terus bertumbuh selama kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan hal yang indah dalam hidup memerlukan waktu&lt;br /&gt;yang lama, dan penantian kita tidaklah sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun menunggu membutuhkan banyak hal -&lt;br /&gt;iman,keberanian, dan pengharapan -penantian menjanjikan&lt;br /&gt;satu hal yang tidak dapat seorangpun bayangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya. Tuhan dalam segala hikmat-Nya, meminta&lt;br /&gt;kita menunggu, karena suatu alasan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8865110865938191433-198323437117565282?l=isal-go.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isal-go.blogspot.com/feeds/198323437117565282/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://isal-go.blogspot.com/2009/06/apa-artinya-cinta-aac.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8865110865938191433/posts/default/198323437117565282'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8865110865938191433/posts/default/198323437117565282'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isal-go.blogspot.com/2009/06/apa-artinya-cinta-aac.html' title='Apa Artinya Cinta ? (AAC)'/><author><name>iisal :)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05074571180169883322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_KV5ll65JqCo/Shn6yvRFWgI/AAAAAAAAAAY/EghhJIgBDiM/S220/private_1_1b6a8e8ba28c0673b84d3ec9de797fae55974c5e70d60d8433bd88fca6a186d3l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8865110865938191433.post-6426080844077645554</id><published>2009-06-26T18:05:00.000-07:00</published><updated>2009-06-26T18:07:17.491-07:00</updated><title type='text'>Untitled :(</title><content type='html'>Waktu kamu berumuran 1 tahun, dia menyuapi dan memandikanmu..&lt;br /&gt;sebagai balasannya.. kau menangis sepanjang malam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kamu berumur 2 tahun, dia mengajarimu bagaimana cara berjalan..&lt;br /&gt;sebagai balasannya.. kamu kabur waktu dia memanggilmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kamu berumur 3 tahun, dia memasak semua makananmu dengan kasih sayang..&lt;br /&gt;sebagai balasannya.. kamu buang piring berisi makananmu ke lantai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kamu berumur 4 tahun, dia memberimu pensil warna..&lt;br /&gt;sebagai balasannya.. kamu corat coret tembok rumah dan meja makan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kamu berumur 5 tahun, dia membelikanmu baju-baju mahal dan indah..&lt;br /&gt;sebagai balasannya.. kamu memakainya bermain di kubangan lumpur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berumur 6 tahun, dia mengantarmu pergi ke sekolah..&lt;br /&gt;sebagai balasannya.. kamu berteriak "NGGAK MAU..!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berumur 7 tahun, dia membelikanmu bola..&lt;br /&gt;sebagai balasannya.. kamu melemparkan bola ke jendela tetangga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berumur 8 tahun, dia memberimu es krim..&lt;br /&gt;sebagai balasannya.. kamu tumpahkan dan mengotori seluruh bajumu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kamu berumur 9 tahun, dia membayar mahal untuk kursus-kursusmu&lt;br /&gt;sebagai balasannya.. kamu sering bolos dan sama sekali nggak mau belajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kamu berumur 10 tahun, dia mengantarmu kemana saja, dari kolam renang sampai pesta ulang tahun..&lt;br /&gt;sebagai balasannya.. kamu melompat keluar mobil tanpa memberi salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kamu berumur 11 tahun, dia mengantar kamu dan temen-temen kamu ke bioskop..&lt;br /&gt;sebagai balasannya.. kamu minta dia duduk di barisan lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kamu berumur 12 tahun, dia melarangmu melihat acara tv khusus untuk orang dewasa..&lt;br /&gt;sebagai balasannya.. kamu tunggu sampai dia keluar rumah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kamu berumur 13 tahun, dia menyarankanmu untuk memotong rambut karena sudah waktunya..&lt;br /&gt;sebagai balasannya.. kamu bilang dia tidak tahu mode&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kamu berumur 14 tahun, dia membayar biaya untuk kemahmu selama liburan..&lt;br /&gt;sebagai balasannya.. kamu nggak pernah menelponnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kamu berumur 15 tahun, pulang kerja dia ingin memelukmu..&lt;br /&gt;sebagai balasannya.. kamu kunci pintu kamarmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kamu berumur 16 tahun, dia mengajari kamu mengemudi mobil..&lt;br /&gt;sebagai balasannya.. kamu pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa mempedulikan kepentingannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kamu berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telpon yang penting..&lt;br /&gt;sebagai balasannya.. kamu pakai telpon nonstop semalaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kamu berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kamu lulus SMA..&lt;br /&gt;sebagai balasannya.. kamu berpesta dengan teman-temanmu sampai pagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kamu berumur 19 tahun, dia membayar semua kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama..&lt;br /&gt;sebagai balasannya.. kamu minta diturunkan jauh dari pintu gerbang biar nggak malu sama teman-teman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kamu berumur 20 tahun, dia bertanya "Darimana saja seharian ini?"..&lt;br /&gt;sebagai balasannya.. kamu menjawab "Ah, cerewet amat sih, pengen tahu aja urusan orang"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kamu berumur 21 tahun, dia menyarankanmu satu pekerjaan bagus untuk karier masa depanmu..&lt;br /&gt;sebagai balasannya.. kamu bilang "Aku nggak mau seperti kamu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kamu berumur 22 tahun, dia memelukmu dan haru waktu kamu lulus perguruan tinggi..&lt;br /&gt;sebagai balasanmu.. kamu nanya kapan kamu bisa main ke luar negeri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kamu berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah barumu..&lt;br /&gt;sebagai balasannya.. kamu ceritain ke temanmu betapa jeleknya furniture itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kamu berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencana di masa depan..&lt;br /&gt;sebagai balasannya.. kamu mengeluh "Aduh gimana sih kok bertanya seperti itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kamu berumur 25 tahun, dia membantumu membiayai pernikahanmu..&lt;br /&gt;sebagai balasannya.. kamu pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kamu berumur 30 tahun, dia memberimu nasehat bagaimana merawat bayimu..&lt;br /&gt;sebagai balasannya.. kamu katakan "Sekarang jamannya sudah beda"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kamu berumur 40 tahun, dia menelponmu untuk memberitahu pesta salah satu saudara dekatmu..&lt;br /&gt;sebagai balasannya kamu jawab "Aku sibuk sekali, nggak ada waktu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kamu berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu..&lt;br /&gt;sebagai balasannya.. kamu baca tentang pengaruh negatif orang tua yang numpang tinggal di rumah anaknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan hingga SUATU HARI, dia meninggal dengan tenang..&lt;br /&gt;dan tiba-tiba kamu teringat semua yang belum pernah kamu lakukan..&lt;br /&gt;dan itu menghantam hatimu bagaikan pukulan godam :( ..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8865110865938191433-6426080844077645554?l=isal-go.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isal-go.blogspot.com/feeds/6426080844077645554/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://isal-go.blogspot.com/2009/06/untitled.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8865110865938191433/posts/default/6426080844077645554'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8865110865938191433/posts/default/6426080844077645554'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isal-go.blogspot.com/2009/06/untitled.html' title='Untitled :('/><author><name>iisal :)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05074571180169883322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_KV5ll65JqCo/Shn6yvRFWgI/AAAAAAAAAAY/EghhJIgBDiM/S220/private_1_1b6a8e8ba28c0673b84d3ec9de797fae55974c5e70d60d8433bd88fca6a186d3l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8865110865938191433.post-3387615725638293365</id><published>2009-06-24T18:07:00.000-07:00</published><updated>2009-06-24T18:09:52.565-07:00</updated><title type='text'>CINTA &amp; KAWAN.......</title><content type='html'>Dapet dari email, mau coba sharing saja saia, Moga2 aja bukan coppas ,,&lt;br /&gt;Semoga berkenan :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Satu hari CINTA &amp;amp; KAWAN berjalan dalam kampung...&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tiba-tiba CINTA terjatuh dalam telaga...&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kenapa??&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kerena CINTA itu buta...&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Lalu KAWAN pun ikut terjun dalam telaga...&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kenapa??&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kerena... KAWAN akan buat apa saja demi CINTA !!&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Di dalam telaga CINTA hilang...&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kenapa??&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kerena... CINTA itu halus, mudah hilang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;kalau tak dijaga, sukar dicari apa lagi&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;dalam telaga yang gelap...&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sedangkan KAWAN masih mencari-cari&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;dimana CINTA &amp;amp; terus menunggu..&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kenapa??&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Karena ... KAWAN itu sejati &amp;amp; akan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;kekal sebagai KAWAN yang setia...&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;so, hargailah KAWAN kita ....&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Walau kita punya couple , teman still paling setia.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Walau kita punya harta banyak , teman still paling berharga ...&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;................................................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kirim ke semua teman anda dan lihat&lt;br /&gt;brapa banyak teman yang care pd anda .......&lt;br /&gt;frenz never break ............&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8865110865938191433-3387615725638293365?l=isal-go.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isal-go.blogspot.com/feeds/3387615725638293365/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://isal-go.blogspot.com/2009/06/cinta-kawan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8865110865938191433/posts/default/3387615725638293365'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8865110865938191433/posts/default/3387615725638293365'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isal-go.blogspot.com/2009/06/cinta-kawan.html' title='CINTA &amp; KAWAN.......'/><author><name>iisal :)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05074571180169883322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_KV5ll65JqCo/Shn6yvRFWgI/AAAAAAAAAAY/EghhJIgBDiM/S220/private_1_1b6a8e8ba28c0673b84d3ec9de797fae55974c5e70d60d8433bd88fca6a186d3l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8865110865938191433.post-2276225563828158768</id><published>2009-05-24T18:47:00.000-07:00</published><updated>2009-06-26T18:11:56.340-07:00</updated><title type='text'>Jangan Bersedih :)</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;font-family:Tahoma;font-size:13;"  &gt;Jika seorang wanita menangis dihadapanmu, itu berarti dia tak dapat menahannya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kamu memegang tangannya saat dia menangis,&lt;br /&gt;Dia akan tinggal bersamamu sepanjang hidupmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kamu membiarkannya pergi,&lt;br /&gt;Dia tidak akan pernah kembali lagi menjadi dirinya yang dulu.&lt;br /&gt;Selamanya... .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang wanita tidak akan menangis dengan mudah,&lt;br /&gt;Kecuali didepan orang yang amat dia sayangi.&lt;br /&gt;Dia menjadi lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang wanita tidak akan menangis dengan mudah,&lt;br /&gt;Hanya jika dia sangat menyayangimu,&lt;br /&gt;Dia akan menurunkan rasa egoisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki, jika seorang wanita pernah menangis karenamu,&lt;br /&gt;Tolong pegang tangannya dengan pengertian.&lt;br /&gt;Dia adalah orang yang akan tetap bersamamu sepanjang hidupmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki, jika seorang wanita menangis karenamu.&lt;br /&gt;Tolong jangan menyia-nyiakannya.&lt;br /&gt;Mungkin karena keputusanmu, kau merusak kehidupannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat dia menangis didepanmu,&lt;br /&gt;Saat dia menangis karnamu,&lt;br /&gt;Lihatlah matanya....&lt;br /&gt;Dapatkah kau lihat dan rasakan sakit yang dirasakannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikirkan....&lt;br /&gt;Wanita mana lagikah yang akan menangis dengan murni,&lt;br /&gt;penuh rasa sayang,&lt;br /&gt;Didepanmu dan karenamu.... ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menangis bukan karena dia lemah&lt;br /&gt;Dia menangis bukan karena dia menginginkan simpati&lt;br /&gt;atau rasa kasihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menangis,&lt;br /&gt;Karena menangis dengan diam-diam&lt;br /&gt;tidaklah memungkinkan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki,&lt;br /&gt;Pikirkanlah tentang hal itu&lt;br /&gt;Jika seorang wanita menangisi hatinya untukmu,&lt;br /&gt;Dan semuanya karena dirimu.&lt;br /&gt;Inilah waktunya untuk melihat apa yang telah kau&lt;br /&gt;lakukan untuknya,&lt;br /&gt;Hanya kau yang tahu jawabannya.. ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertimbangkanlah&lt;br /&gt;Karena suatu hari nanti&lt;br /&gt;Mungkin akan terlambat untuk menyesal,&lt;br /&gt;Mungkin akan terlambat untuk bilang 'MAAF'!!&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;font-family:Tahoma;font-size:13;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;font-family:Tahoma;font-size:13;"  &gt;*diilhami dari kisah nyata dlam kehidupan saia&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: normal;font-family:Georgia;font-size:16;"  &gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KV5ll65JqCo/Shn5tb4HO3I/AAAAAAAAAAM/cKbCAli8YJk/s1600-h/sad.gif"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_KV5ll65JqCo/Shn5tb4HO3I/AAAAAAAAAAM/cKbCAli8YJk/s200/sad.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5339573392196975474" style="cursor: pointer; width: 21px; height: 21px;" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8865110865938191433-2276225563828158768?l=isal-go.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isal-go.blogspot.com/feeds/2276225563828158768/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://isal-go.blogspot.com/2009/05/jika-seorang-wanita-menangis.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8865110865938191433/posts/default/2276225563828158768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8865110865938191433/posts/default/2276225563828158768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isal-go.blogspot.com/2009/05/jika-seorang-wanita-menangis.html' title='Jangan Bersedih :)'/><author><name>iisal :)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05074571180169883322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_KV5ll65JqCo/Shn6yvRFWgI/AAAAAAAAAAY/EghhJIgBDiM/S220/private_1_1b6a8e8ba28c0673b84d3ec9de797fae55974c5e70d60d8433bd88fca6a186d3l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_KV5ll65JqCo/Shn5tb4HO3I/AAAAAAAAAAM/cKbCAli8YJk/s72-c/sad.gif' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8865110865938191433.post-8848798544801594615</id><published>2009-05-24T18:45:00.000-07:00</published><updated>2009-05-24T18:47:34.832-07:00</updated><title type='text'>Ayaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah...</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Tahoma; line-height: 22px; -webkit-border-horizontal-spacing: 1px; -webkit-border-vertical-spacing: 1px; "&gt;Dududu ayah hebat banget ci tulisannya sangat-sangat mengetarkan hati... Mulai dari Odo (semoga Odo doanya dikabulkan Bapak Presiden ya...) sampai Ayah yang Baik... Mantap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah yang Baik,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari yang lalu aku melihat teman-temanku di Facebook&lt;br /&gt;Kemarin juga... Hari ini juga... Dan aku yakin esok dan esoknya lagi juga...&lt;br /&gt;Mereka melakukan hal yang sama; mereka menggabungkan diri mereka dalam suatu perkumpulan yang bernama "I Love My Dad!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak tergerak, Ayah. Dan notifikasi di Facebook ku hanya menambahkan pertanyaan-pertanyaan yang ada di benak ku; Mengapa mereka bisa seperti itu dan aku tidak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedari kecil aku merasa ayahku tidak menyayangiku, dia lebih peduli dan lebih bangga dengan adik laki-lakiku; RAJA katanya dalam keluargaku. Padahal adikku cuma bisa cari masalah, sedangkan aku mati-matian cari simpati dari ayahku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari aku pikir aku telah mendapatkannya, di kelas 5 aku diberikan ayah suatu buku yang sangat indah; buku diari namanya. Kertasnya harum dan berwarna hijau muda dan bahkan ada kuncinya. Aku sangat menyukainya... Aku pikir saat itu ayahku mulai menyukaiku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu aku mulai menulisi diari dari ayah, dengan apa saja... Kalau ayah tidak bisa kuajak bercerita, buku ini akan mendengarku bicara tentang apa saja -aku menganggapnya representasi ayahku. Tapi suatu hari aku kembali dari sekolah dan ayahku memanggilku, di tangannya ada buku diari itu dan ternyata Raja memberikannya kepada ayahku, dia membaca semuanya mulai dari yang manis sampai yang pahit, semuanya... Dan ayah marah besar, dia tidak menyangka tampaknya bahwa putri kecilnya bisa menulis perasaannya dengan sebegitu gamblang pada sebuah buku... Aku menangis tersedu-sedu, dan aku merobek semua halaman dari buku itu dan bersumpah tidak akan lagi menulis diari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bertambah besar dan melihat ayahku berjudi, bertengkar dengan mama, memukul kami anak-anaknya dan juga mama... Ayah tidak pernah terlalu banyak bicara tetapi ketika dia bicara aku ketakutan, ayah tidak sering marah tetapi bila dia marah aku tidak ingin berada dalam ruangan yang sama dengannya. Suatu hari kulihat ayahku mencoba bunuh diri dan darah ada di lantai karena ternyata mama habis dipukuli, dan akulah yang mengelap semua darah itu, sambil menangis meminta ayah agar tidak bunuh diri... Aku rasa saat itu aku masih berharap bahwa ayah jangan mati dulu sebelum dia tahu bahwa aku juga hebat -bahkan lebih hebat dari Raja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah bertambah tua dan Raja mulai berulah. Raja jadi lebih jagoan daripada ayah, dia berani bertengkar dengan ayah dan bahkan berani bertempur melawan ayah, aku tetap sama... Aku pikir saat itulah waktuku bahwa ayah akan menyadari aku lebih baik dari Raja, tapi sekali lagi aku salah. Raja benar-benar membuatku marah dan aku bertengkar mulut dengannya, dan dia melemparku dengan asbak dan terkena keningku, sakitnya tidak terlalu tetapi harga diriku terluka. Ada ayah disana melihat semuanya dan ketika aku menangis dan berteriak meminta pertolongannya, ayah menamparku! Dia bilang aku harus berhenti menangis, dia bilang aku tidak boleh melawan Raja, dia bilang aku yang salah. Sejak saat itu aku berhenti berharap bahwa ayahku akan membelaku untuk apapun juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu aku mulai muak dengan semuanya, dan mulai mencari pelarian. Aku tenggelam dengan kesibukan sana-sini, aku mencari penerimaan... Waktuku untuk berulah dimulai, aku mulai pulang malam dan menginap dirumah teman tanpa memberitahu ayah, aku mulai minum dan mabuk-mabukkan, aku terus mencari dan mencari tapi di akhir hari saat aku menutup mata aku sadar bahwa aku tetap kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mulai mencari Tuhanku, mulai menangis bersamaNya, bersuka didalamNya, aku mulai tenggelam dalam aktivitas bersama teman-teman seiman dan berbahagia tumbuh bersama dengan teman-teman tidak seiman yang menghargaiku. Tapi ayah tidak suka, dan ayah bilang "Lebih baik kaki kamu saya patah-patahkan daripada kamu pergi ke bergereja ke tempat macam itu!". Lagi-lagi saya cuma bisa menangis...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai akhirnya aku jatuh cinta dengan seorang pria. Kupikir dia berbeda dari ayahku. Awalnya dia sangat berbeda tetapi akhirnya sama saja, dia terus menerus mengharapkan lebih dan ketika aku tidak sanggup memberikannya dia mengancam meninggalkanku -ketakutanku semakin melanda. Hingga akhirnya aku tidak tahan lagi, aku harus mengakhiri duniaku, aku benci duniaku!! 20 pil tidur kutenggak habis, dan aku mulai mengantuk... anehnya aku tidak mampu tertidur, jantungku berdetak keras seperti mau pecah rasanya, duniaku berputar dan tubuhku serasa ringan seperti kapas... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan pasti sangat sayang padaku karena hari itu aku tidak mati, seorang teman dekat menelepon dan aku antara sadar dan tidak sadar mengangkat telponnya dan dia panik mendengar nada suaraku yang sudah sangat meracau. Dia kerumahku bersama pasangannya. Dia panik dan menemukan ayah dan ibuku di ruang depan, tidak tahu sama sekali bahwa aku di ambang kematian. Mereka panik dan bersama-sama menuju kamarku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan pasti sangat marah padaku karena setelah itu aku tidak merasakan mama memelukku, oh ya aku lupa bilang bahwa mamaku sama buruknya dengan ayahku, bukankah duniaku sangat "sempurna"??? Mama marah dan mulai memukuliku dihadapan temanku, temanku menjerit sambil menangis melihatku dipukuli dalam keadaan setengah mati, dia berusaha menarik sebelah tanganku dan mama menahan tanganku yang satunya... Ayah juga sangat marah dan dia juga ingin memukuliku,teman pria temanku menghalangi tapi dia kalah. Ayahku mengambil gagang sapu yang besar dan memukuliku dengan gagang sapu sampai sapu itu patah berkeping-keping. Sekali ini dengan segenap sisa kesadaranku aku mulai melawan, aku berusaha bangkit dan berpikir, dan aku berusaha lari... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telanjang kaki aku berlari dengan tubuh gontai, pikirku hanya satu; aku harus hidup, aku harus hidup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak tahu apakah Tuhan sayang padaku atau tidak, tapi sekarang aku tetap hidup. Ayah memintaku kembali ke rumah dan berjanji tidak akan memukulku lagi, namun ketika aku menolak ayah berkata "Lebih baik kamu mati di tangan saya daripada kamu diluar mempermalukan nama saya di hadapan keluarga". Saya tahu di hari saya kembali ke rumah, saya tidak akan bisa keluar lagi. Tapi ayah bertambah tua dan dia mulai sakit-sakitan, dan saya mulai merasa bersalah. Saya tidak merasakan apa-apa, dan ketika saya ingin merasakannya saya tidak tahu alibi dibaliknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya masih disini bersama ayah, saya berusaha memaafkannya, saya berusaha menerimanya. Saya berusaha menghormatinya bukan karena takut, saya berusaha mengasihinya bukan karena harus. Tapi hati ini tetap hampa, dan saya tidak tahu apa itu ayah... Dan saya tetap tidak bisa menggabungkan diri saya kedalam "I Love My Dad", seperti membohongi diri sendiri rasanya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah yang baik, saya masih berharap semoga suatu hari anak-anakku dapat memiliki ayah seperti ayah yang baik, ayah yang ayah gambarkan pada tulisan ayah yang sebelumnya, ayah yang menjadi impian saya selama ini... ayah yang benar-benar ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh ya, bekas pukulan gagang sapu itu tidak pernah benar-benar hilang dari paha kananku, biru sebiru hatiku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Inspired by true story from a friend*&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8865110865938191433-8848798544801594615?l=isal-go.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isal-go.blogspot.com/feeds/8848798544801594615/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://isal-go.blogspot.com/2009/05/ayaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8865110865938191433/posts/default/8848798544801594615'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8865110865938191433/posts/default/8848798544801594615'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isal-go.blogspot.com/2009/05/ayaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah.html' title='Ayaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah...'/><author><name>iisal :)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05074571180169883322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_KV5ll65JqCo/Shn6yvRFWgI/AAAAAAAAAAY/EghhJIgBDiM/S220/private_1_1b6a8e8ba28c0673b84d3ec9de797fae55974c5e70d60d8433bd88fca6a186d3l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8865110865938191433.post-7585393919733351725</id><published>2009-05-24T18:44:00.000-07:00</published><updated>2009-05-24T18:45:36.189-07:00</updated><title type='text'>WARNING !! ni crita panjang betollll tapi worth it kok ! silahkan,,,,</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Tahoma; font-size: 13px; line-height: 18px; -webkit-border-horizontal-spacing: 1px; -webkit-border-vertical-spacing: 1px; "&gt;Ada cerita lama mengenai ketulusan hati dari seorang Ibu (mama atau enyak atau nyokap) dari daratan China and kayanya cerita ini sudah difilmkan.&lt;br /&gt;Cerita ini agak panjang, jadinya jangan bosen bosen yah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk seluruh Ibu di seluruh dunia... I LOVE YOU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mom, my beloved......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah, ada sepasang kekasih yang saling mencintai. Sang pria berasal dari keluarga kaya, dan merupakan orang yang terpandang di kota tersebut.&lt;br /&gt;Sedangkan sang wanita adalah seorang yatim piatu, hidup serba kekurangan, tetapi cantik, lemah lembut, dan baik hati. Kelebihan inilah yang membuat sang pria jatuh hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang wanita hamil di luar nikah. Sang pria lalu mengajaknya menikah, dengan membawa sang wanita ke rumahnya. Seperti yang sudah mereka duga, orang tua sang pria tidak menyukai wanita tsb. Sebagai orang yang terpandang di kota tsb, latar belakang wanita tsb akan merusak reputasi keluarga. Sebaliknya, mereka bahkan telah mencarikan jodoh yang sepadan untuk anaknya. Sang pria berusaha menyakinkan orang tuanya, bahwa ia sudah menetapkan keputusannya, apapun resikonya bagi dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang wanita merasa tak berdaya, tetapi sang pria menyakinkan wanita tsb bahwa tidak ada yang bisa memisahkan mereka. Sang pria terus berargumen dengan orang tuanya, bahkan membantah perkataan orangtuanya, sesuatu yang belum pernah dilakukannya selama hidupnya (di zaman dulu, umumnya seorang anak sangat tunduk pada orang tuanya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebulan telah berlalu, sang pria gagal untuk membujuk orang tuanya agar menerima calon istrinya. Sang orang tua juga stress karena gagal membujuk anak satu-satunya, agar berpisah dengan wanita tsb, yang menurut mereka akan sangat merugikan masa depannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang pria akhirnya menetapkan pilihan untuk kawin lari. Ia memutuskan untuk meninggalkan semuanya demi sang kekasih. Waktu keberangkatan pun ditetapkan, tetapi rupanya rencana ini diketahui oleh orang tua sang pria.&lt;br /&gt;Maka ketika saatnya tiba, sang ortu mengunci anaknya di dalam kamar dan dijaga ketat oleh para bawahan di rumahnya yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai gantinya, kedua orang tua datang ke tempat yang telah ditentukan sepasang kekasih tsb untuk melarikan diri. Sang wanita sangat terkejut dengan kedatangan ayah dan ibu sang pria... Mereka kemudian memohon pengertian dari sang wanita, agar meninggalkan anak mereka satu-satunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut mereka, dengan perbedaan status sosial yang sangat besar, perkawinan mereka hanya akan menjadi gunjingan seluruh penduduk kota , reputasi anaknya akan tercemar, orang2 tidak akan menghormatinya lagi.&lt;br /&gt;Akibatnya, bisnis yang akan diwariskan kepada anak mereka akan bangkrut secara perlahan2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka bahkan memberikan uang dalam jumlah banyak, dengan permohonan agar wanita tsb meninggalkan kota ini, tidak bertemu dengan anaknya lagi, dan menggugurkan kandungannya. Uang tsb dapat digunakan untuk membiayai hidupnya di tempat lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang wanita menangis tersedu-sedu. Dalam hati kecilnya, ia sadar bahwa perbedaan status sosial yang sangat jauh, akan menimbulkan banyak kesulitan bagi kekasihnya. Akhirnya, ia setuju untuk meninggalkan kota ini, tetapi menolak untuk menerima uang tsb. Ia mencintai sang pria, bukan uangnya. Walaupun ia sepenuhnya sadar, jalan hidupnya ke depan akan sangat sulit?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu sang pria kembali memohon kepada wanita tsb untuk meninggalkan sepucuk surat kepada mereka, yang menyatakan bahwa ia memilih berpisah dengan sang pria. Ibu sang pria kuatir anaknya akan terus mencari kekasihnya, dan tidak mau meneruskan usaha orang tuanya. 'Walaupun ia kelak bukan suamimu, bukankah Anda ingin melihatnya sebagai seseorang yang berhasil? Ini adalah untuk kebaikan kalian berdua', kata sang ibu.&lt;br /&gt;Dengan berat hati, sang wanita menulis surat . Ia menjelaskan bahwa ia sudah memutuskan untuk pergi meninggalkan sang pria. Ia sadar bahwa keberadaannya hanya akan merugikan sang pria. Ia minta maaf karena telah melanggar janji setia mereka berdua, bahwa mereka akan selalu bersama dalam menghadapi penolakan2 akibat perbedaan status sosial mereka. Ia tidak kuat lagi menahan penderitaan ini, dan memutuskan untuk berpisah.&lt;br /&gt;Tetesan air mata sang wanita tampak membasahi surat tersebut.&lt;br /&gt;Sang wanita yang malang tsb tampak tidak punya pilihan lain. Ia terjebak antara moral dan cintanya. Sang wanita segera meninggalkan kota itu, sendirian. Ia menuju sebuah desa yang lebih terpencil. Disana, ia bertekad untuk melahirkan dan membesarkan anaknya.&lt;br /&gt;Tiga tahun telah berlalu. Ternyata wanita tersebut telah menjadi seorang ibu. Anaknya seorang laki2. Sang ibu bekerja keras siang dan malam, untuk membiayai kehidupan mereka. Di pagi dan siang hari, ia bekerja di sebuah industri rumah tangga, malamnya, ia menyuci pakaian2 tetangga dan menyulam sesuai dengan pesanan pelanggan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan ia melakukan semua pekerjaan ini sambil menggendong anak di punggungnya.&lt;br /&gt;Walaupun ia cukup berpendidikan, ia menyadari bahwa pekerjaan lain tidak memungkinkan, karena ia harus berada di sisi anaknya setiap saat. Tetapi sang ibu tidak pernah mengeluh dengan pekerjaannya. ..&lt;br /&gt;Di usia tiga tahun, suatu saat, sang anak tiba2 sakit keras. Demamnya sangat tinggi. Ia segera dibawa ke rumah sakit setempat. Anak tsb harus menginap di rumah sakit selama beberapa hari. Biaya pengobatan telah menguras habis seluruh tabungan dari hasil kerja kerasnya selama ini, dan itupun belum cukup. Ibu tsb akhirnya juga meminjam ke sana-sini, kepada siapapun yang bermurah hati untuk memberikan pinjaman.&lt;br /&gt;Saat diperbolehkan pulang, sang dokter menyarankan untuk membuat sup ramuan, untuk mempercepat kesembuhan putranya. Ramuan tsb terdiri dari&lt;br /&gt;obat2 herbal dan daging sapi untuk dikukus bersama. Tetapi sang ibu hanya mampu membeli obat2 herbal tsb, ia tidak punya uang sepeserpun lagi untuk membeli daging. Untuk meminjam lagi, rasanya tak mungkin, karena ia telah berutang kepada semua orang yang ia kenal, dan belum terbayar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika di rumah, sang ibu menangis. Ia tidak tahu harus berbuat apa, untuk mendapatkan daging. Toko daging di desa tsb telah menolak permintaannya, untuk bayar di akhir bulan saat gajian.&lt;br /&gt;Diantara tangisannya, ia tiba2 mendapatkan ide. Ia mencari alkohol yang ada di rumahnya, sebilah pisau dapur, dan sepotong kain. Setelah pisau dapur dibersihkan dengan alkohol, sang ibu nekad mengambil sekerat daging dari pahanya. Agar tidak membangunkan anaknya yang sedang tidur, ia mengikat mulutnya dengan sepotong kain. Darah berhamburan. Sang ibu tengah berjuang mengambil dagingnya sendiri, sambil berusaha tidak mengeluarkan suara kesakitan yang teramat sangat?..&lt;br /&gt;Hujan lebatpun turun. Lebatnya hujan menyebabkan rintihan kesakitan sang ibu tidak terdengar oleh para tetangga, terutama oleh anaknya sendiri.&lt;br /&gt;Tampaknya langit juga tersentuh dengan pengorbanan yang sedang dilakukan oleh sang ibu ............ .&lt;br /&gt;Enam tahun telah berlalu, anaknya tumbuh menjadi seorang anak yang tampan, cerdas, dan berbudi pekerti. Ia juga sangat sayang ibunya... Di hari minggu, mereka sering pergi ke taman di desa tersebut, bermain bersama, dan bersama2 menyanyikan lagu 'Shi Sang Chi You Mama Hau'&lt;br /&gt;(terjemahannya 'Di Dunia ini, hanya ibu seorang yang baik').&lt;br /&gt;Sang anak juga sudah sekolah. Sang ibu sekarang bekerja sebagai penjaga toko, karena ia sudah bisa meninggalkan anaknya di siang hari.&lt;br /&gt;Hari2 mereka lewatkan dengan kebersamaan, penuh kebahagiaan. Sang anak terkadang memaksa ibunya, agar ia bisa membantu ibunya menyuci di malam hari. Ia tahu ibunya masih menyuci di malam hari, karena perlu tambahan biaya untuk sekolahnya. Ia memang seorang anak yang cerdas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga tahu, bulan depan adalah hari ulang tahun ibunya. Ia berniat membelikan sebuah jam tangan, yang sangat didambakan ibunya selama ini.&lt;br /&gt;Ibunya pernah mencobanya di sebuah toko, tetapi segera menolak setelah pemilik toko menyebutkan harganya. Jam tangan itu sederhana, tidak terlalu mewah, tetapi bagi mereka, itu terlalu mahal. Masih banyak keperluan lain yang perlu dibiayai.&lt;br /&gt;Sang anak segera pergi ke toko tsb, yang tidak jauh dari rumahnya. Ia meminta kepada kakek pemilik toko agar menyimpan jam tangan tsb, karena ia akan membelinya bulan depan. 'Apakah kamu punya uang?'&lt;br /&gt;tanya sang pemilik toko. 'Tidak sekarang, nanti saya akan punya', kata sang anak dengan serius.&lt;br /&gt;Ternyata, bulan depan sang anak benar2 muncul untuk membeli jam tangan tsb.&lt;br /&gt;Sang kakek juga terkejut, kiranya sang anak hanya main2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika menyerahkan uangnya, sang kakek bertanya 'Dari mana kamu mendapatkan uang itu? Bukan mencuri kan ?'. 'Saya tidak mencuri, kakek.&lt;br /&gt;Hari ini adalah hari ulang tahun ibuku. Saya biasanya naik becak pulang pergi ke sekolah. Selama sebulan ini, saya berjalan kaki saat pulang dari sekolah ke rumah, uang jajan dan uang becaknya saya simpan untuk beli jam ini. Kakiku sakit, tapi ini semua untuk ibuku. O ya, jangan beritahu ibuku tentang hal ini. Ia akan marah' kata sang anak. Sang pemilik toko tampak kagum pada anak tsb.&lt;br /&gt;Seperti biasanya, sang ibu pulang dari kerja di sore hari. Sang anak segera memberikan ucapan selamat pada ibu, dan menyerahkan jam tangan tsb. Sang ibu terkejut bercampur haru, ia bangga dengan anaknya. Jam tangan ini memang adalah impiannya. Tetapi sang ibu tiba2 tersadar, dari mana uang untuk membeli jam tsb. Sang anak tutup mulut, tidak mau menjawab.&lt;br /&gt;'Apakah kamu mencuri, Nak?' Sang anak diam seribu bahasa, ia tidak ingin ibu mengetahui bagaimana ia mengumpulkan uang tersebut.&lt;br /&gt;Setelah ditanya berkali2 tanpa jawaban, sang ibu menyimpulkan bahwa anaknya telah mencuri. 'Walaupun kita miskin, kita tidak boleh mencuri. Bukankah ibu sudah mengajari kamu tentang hal ini?' kata sang ibu.&lt;br /&gt;Lalu ibu mengambil rotan dan mulai memukul anaknya. Biarpun ibu sayang pada anaknya, ia harus mendidik anaknya sejak kecil. Sang anak menangis, sedangkan air mata sang ibu mengalir keluar. Hatinya begitu perih, karena ia sedang memukul belahan hatinya. Tetapi ia harus melakukannya, demi kebaikan anaknya.&lt;br /&gt;Suara tangisan sang anak terdengar keluar. Para tetangga menuju ke rumah tsb heran, dan kemudian prihatin setelah mengetahui kejadiannya. 'Ia sebenarnya anak yang baik', kata salah satu tetangganya.&lt;br /&gt;Kebetulan sekali, sang pemilik toko sedang berkunjung ke rumah salah satu tetangganya yang merupakan familinya.&lt;br /&gt;Ketika ia keluar melihat ke rumah itu, ia segera mengenal anak itu. Ketika mengetahui persoalannya, ia segera menghampiri ibu itu untuk menjelaskan.&lt;br /&gt;Tetapi tiba2 sang anak berlari ke arah pemilik toko, memohon agar jangan menceritakan yang sebenarnya pada ibunya.&lt;br /&gt;'Nak, ketahuilah, anak yang baik tidak boleh berbohong, dan tidak boleh menyembunyikan sesuatu dari ibunya'. Sang anak mengikuti nasehat kakek itu.&lt;br /&gt;Maka kakek itu mulai menceritakan bagaimana sang anak&lt;br /&gt;tiba2 muncul di tokonya sebulan yang lalu, memintanya untuk menyimpan jam tangan tsb, dan sebulan kemudian akan membelinya. Anak itu muncul siang tadi di tokonya, katanya hari ini adalah hari ulang tahun ibunya. Ia juga menceritakan bagaimana sang anak berjalan kaki dari sekolahnya pulang ke rumah dan tidak jajan di sekolah selama sebulan ini, untuk mengumpulkan uang membeli jam tangan kesukaan ibunya.&lt;br /&gt;Tampak sang kakek meneteskan air mata saat selesai menjelaskan hal tsb, begitu pula dengan tetangganya. Sang ibu segera memeluk anak kesayangannya, keduanya menangis dengan tersedu-sedu. 'Maafkan saya, Nak.'&lt;br /&gt;'Tidak Bu, saya yang bersalah'... ......... .. ..&lt;br /&gt;Sementara itu, ternyata ayah dari sang anak sudah menikah, tetapi istrinya mandul. Mereka tidak punya anak. Sang ortu sangat sedih akan hal ini, karena tidak akan ada yang mewarisi usaha mereka kelak.&lt;br /&gt;Ketika sang ibu dan anaknya berjalan2 ke kota , dalam sebuah kesempatan, mereka bertemu dengan sang ayah dan istrinya. Sang ayah baru menyadari bahwa sebenarnya ia sudah punya anak dari darah dagingnya sendiri. Ia mengajak mereka berkunjung ke rumahnya, bersedia menanggung semua biaya hidup mereka, tetapi sang ibu menolak. Kami bisa hidup dengan baik tanpa bantuanmu.&lt;br /&gt;Berita ini segera diketahui oleh orang tua sang pria. Mereka begitu ingin melihat cucunya, tetapi sang ibu tidak mau mengizinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pertengahan tahun, penyakit sang anak kembali kambuh. Dokter mengatakan bahwa penyakit sang anak butuh operasi dan perawatan yang konsisten. Kalau kambuh lagi, akan membahayakan jiwanya.&lt;br /&gt;Keuangan sang ibu sudah agak membaik, dibandingkan sebelumnya. Tetapi biaya medis tidaklah murah, ia tidak sanggup membiayainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang ibu kembali berpikir keras. Tetapi ia tidak menemukan solusi yang tepat. Satu2nya jalan keluar adalah menyerahkan anaknya kepada sang ayah, karena sang ayahlah yang mampu membiayai perawatannya.&lt;br /&gt;Maka di hari Minggu ini, sang ibu kembali mengajak anaknya berkeliling kota , bermain2 di taman kesukaan mereka. Mereka gembira sekali, menyanyikan lagu 'Shi Sang Chi You Mama Hau', lagu kesayangan mereka. Untuk sejenak, sang ibu melupakan semua penderitaannya, ia hanyut dalam kegembiraan bersama sang anak.&lt;br /&gt;Sepulang ke rumah, ibu menjelaskan keadaannya pada sang anak. Sang anak menolak untuk tinggal bersama ayahnya, karena ia hanya ingin dengan ibu.&lt;br /&gt;'Tetapi ibu tidak mampu membiayai perawatan kamu, Nak' kata ibu. 'Tidak apa2 Bu, saya tidak perlu dirawat. Saya sudah sehat, bila bisa&lt;br /&gt;bersama2 dengan ibu. Bila sudah besar nanti, saya akan cari banyak uang untuk biaya perawatan saya dan untuk ibu. Nanti, ibu tidak perlu bekerja lagi, Bu', kata sang anak. Tetapi ibu memaksa akan berkunjung ke rumah sang ayah keesokan harinya. Penyakitnya memang bisa kambuh setiap saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disana ia diperkenalkan dengan kakek dan neneknya. Keduanya sangat senang melihat anak imut tersebut. Ketika ibunya hendak pulang, sang anak meronta2 ingin ikut pulang dengan ibunya. Walaupun diberikan mainan kesukaan sang anak, yang tidak pernah ia peroleh saat bersama ibunya, sang anak menolak. 'Saya ingin Ibu, saya tidak mau mainan itu', teriak sang anak dengan nada yang polos. Dengan hati sedih dan menangis, sang ibu berkata 'Nak, kamu harus dengar nasehat ibu. Tinggallah di sini.&lt;br /&gt;Ayah, kakek dan nenek akan bermain bersamamu.' 'Tidak, aku tidak mau mereka. Saya hanya mau ibu, saya sayang ibu, bukankah ibu juga sayang saya?&lt;br /&gt;Ibu sekarang tidak mau saya lagi', sang anak mulai menangis.&lt;br /&gt;Bujukan demi bujukan ibunya untuk tinggal di rumah besar tsb tidak didengarkan anak kecil tsb. Sang anak menangis tersedu2 'Kalau ibu sayang padaku, bawalah saya pergi, Bu'. Sampai pada akhirnya, ibunya memaksa dengan mengatakan 'Benar, ibu tidak sayang kamu lagi. Tinggallah disini', ibunya segera lari keluar meninggalkan rumah tsb. Tampak anaknya meronta2 dengan ledakan tangis yang memilukan.&lt;br /&gt;Di rumah, sang ibu kembali meratapi nasibnya. Tangisannya begitu menyayat hati, ia telah berpisah dengan anaknya. Ia tidak diperbolehkan menjenguk anaknya, tetapi mereka berjanji akan merawat anaknya dengan baik. Diantara isak tangisnya, ia tidak menemukan arti hidup ini lagi. Ia telah kehilangan satu2nya alasan untuk hidup, anaknya tercinta.&lt;br /&gt;Kemudian ibu yang malang itu mengambil pisau dapur untuk memotong urat nadinya. Tetapi saat akan dilakukan, ia sadar bahwa anaknya mungkin tidak akan diperlakukan dengan baik. Tidak, ia harus hidup untuk mengetahui bahwa anaknya diperlakukan dengan baik. Segera, niat bunuh diri itu dibatalkan, demi anaknya juga........ .. ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun berlalu. Sang ibu telah pindah ke tempat lain, mendapatkan kerja yang lebih baik lagi. Sang anak telah sehat, walaupun tetap menjalani perawatan medis secara rutin setiap bulan.&lt;br /&gt;Seperti biasa, sang anak ingat akan hari ulang tahun ibunya.&lt;br /&gt;Uang pun dapat ia peroleh dengan mudah, tanpa perlu bersusah payah mengumpulkannya. Maka, pada hari tsb, sepulang dari sekolah, ia tidak pulang ke rumah, ia segera naik bus menuju ke desa tempat tinggal ibunya, yang memakan waktu beberapa jam. Sang anak telah mempersiapkan setangkai bunga, sepucuk surat yang menyatakan ia setiap hari merindukan ibu, sebuah kartu ucapan selamat ulang tahun, dan nilai ujian yang sangat bagus. Ia akan memberikan semuanya untuk ibu.&lt;br /&gt;Sang anak berlari riang gembira melewati gang-gang kecil menuju rumahnya.&lt;br /&gt;Tetapi ketika sampai di rumah, ia mendapati rumah ini telah kosong.&lt;br /&gt;Tetangga mengatakan ibunya telah pindah, dan tidak ada yang tahu kemana ibunya pergi. Sang anak tidak tahu harus berbuat apa, ia duduk di depan rumah tsb, menangis 'Ibu benar2 tidak menginginkan saya lagi.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, keluarga sang ayah begitu cemas, ketika sang anak sudah terlambat pulang ke rumah selama lebih dari 3 jam. Guru sekolah mengatakan semuanya sudah pulang. Semua tempat sudah dicari, tetapi tidak ada kabar.&lt;br /&gt;Mereka panik. Sang ayah menelpon ibunya, yang juga sangat terkejut. Polisi pun dihubungi untuk melaporkan anak hilang.&lt;br /&gt;Ketika sang ibu sedang berpikir keras, tiba2 ia teringat sesuatu. Hari ini adalah hari ulang tahunnya. Ia terlalu sibuk sampai melupakannya. Anaknya mungkin pulang ke rumah. Maka sang ayah dan sang ibu segera naik mobil menuju rumah tsb. Sayangnya, mereka hanya menemukan kartu ulang tahun, setangkai bunga, nilai ujian yang bagus, dan sepucuk surat anaknya. Sang ibu tidak mampu menahan tangisannya, saat membaca tulisan2 imut anaknya dalam surat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari mulai gelap. Mereka sibuk mencari di sekitar desa tsb, tanpa mendapatkan petunjuk apapun. Sang ibu semakin resah. Kemudian sang ibu membakar dupa, berlutut di hadapan altar Dewi Kuan Im, sambil menangis ia memohon agar bisa menemukan anaknya.&lt;br /&gt;Seperti mendapat petunjuk, sang ibu tiba2 ingat bahwa ia dan anaknya pernah pergi ke sebuah kuil Kuan Im di desa tsb. Ibunya pernah berkata, bahwa bila kamu memerlukan pertolongan, mohonlah kepada Dewi Kuan Im yang welas asih.&lt;br /&gt;Dewi Kuan Im pasti akan menolongmu, jika niat kamu baik.&lt;br /&gt;Ibunya memprediksikan bahwa anaknya mungkin pergi ke kuil tsb untuk memohon agar bisa bertemu dengan dirinya.&lt;br /&gt;Benar saja, ternyata sang anak berada di sana . Tetapi ia pingsan, demamnya tinggi sekali. Sang ayah segera menggendong anaknya untuk dilarikan ke rumah sakit. Saat menuruni tangga kuil, sang ibu terjatuh dari tangga, dan&lt;br /&gt;berguling2 jatuh ke bawah....... ... ..&lt;br /&gt;Sepuluh tahun sudah berlalu. Kini sang anak sudah memasuki bangku kuliah.&lt;br /&gt;Ia sering beradu mulut dengan ayah, mengenai persoalan ibunya. Sejak jatuh dari tangga, ibunya tidak pernah ditemukan. Sang anak telah banyak menghabiskan uang untuk mencari ibunya kemana2, tetapi hasilnya nihil.&lt;br /&gt;Siang itu, seperti biasa sehabis kuliah, sang anak berjalan bersama dengan teman wanitanya. Mereka tampak serasi. Saat melaju dengan mobil, di persimpangan sebuah jalan, ia melihat seorang wanita tua yang sedang mengemis. Ibu tsb terlihat kumuh, dan tampak memakai tongkat. Ia tidak pernah melihat wanita itu sebelumnya. Wajahnya kumal, dan ia tampak berkomat-kamit.&lt;br /&gt;Di dorong rasa ingin tahu, ia menghentikan mobilnya, dan turun bersama pacar untuk menghampiri pengemis tua itu. Ternyata sang pengemis tua sambil mengacungkan kaleng kosong untuk minta sedekah, ia berucap dengan lemah 'Dimanakah anakku? Apakah kalian melihat anakku?'&lt;br /&gt;Sang anak merasa mengenal wanita tua itu. Tanpa disadari, ia segera menyanyikan lagu 'Shi Sang Ci You Mama Hau' dengan suara perlahan, tak disangka sang pengemis tua ikut menyanyikannya dengan suara lemah. Mereka berdua menyanyi bersama. Ia segera mengenal suara ibunya yang selalu menyanyikan lagu tsb saat ia kecil, sang anak segera memeluk pengemis tua itu dan berteriak dengan haru 'Ibu? Ini saya ibu'.&lt;br /&gt;Sang pengemis tua itu terkejut, ia meraba2 muka sang anak, lalu bertanya, 'Apakah kamu ??..(nama anak itu)?' 'Benar bu, saya adalah anak ibu?'.&lt;br /&gt;Keduanya pun berpelukan dengan erat, air mata keduanya berbaur membasahi bumi ............ ... .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena jatuh dari tangga, sang ibu yang terbentur kepalanya menjadi hilang ingatan, tetapi ia setiap hari selama sepuluh tahun terus mencari anaknya, tanpa peduli dengan keadaaan dirinya. Sebagian orang menganggapnya sebagai orang gila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;renungan untuk kita renungkan bersama-sama:&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(50, 205, 50); "&gt;Dalam kondisi kritis, Ibu kita akan melakukan apa saja demi kita. Ibu bahkan rela mengorbankan nyawanya..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Simaklah penggalan doa keputusasaan berikut ini, di saat Ibu masih muda, ataupun disaat Ibu sudah tua :&lt;br /&gt;1. Anakku masih kecil, masa depannya masih panjang. Oh Tuhan, ambillah aku sebagai gantinya.&lt;br /&gt;2. Aku sudah tua, Oh Tuhan, ambillah aku sebagai gantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); "&gt;Diantara orang2 disekeliling Anda, yang Anda kenal, Saudara/I kandung Anda, diantara lebih dari 6 Milyar manusia, siapakah yang rela mengorbankan nyawanya untuk Anda, kapan pun, dimana pun, dengan cara apapun ...........???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak diragukan lagi 'Ibu kita adalah Orang Yang Paling Mulia di dunia ini'&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*nangis saia baca cerita ini*&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8865110865938191433-7585393919733351725?l=isal-go.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isal-go.blogspot.com/feeds/7585393919733351725/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://isal-go.blogspot.com/2009/05/warning-ni-crita-panjang-betollll-tapi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8865110865938191433/posts/default/7585393919733351725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8865110865938191433/posts/default/7585393919733351725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isal-go.blogspot.com/2009/05/warning-ni-crita-panjang-betollll-tapi.html' title='WARNING !! ni crita panjang betollll tapi worth it kok ! silahkan,,,,'/><author><name>iisal :)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05074571180169883322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_KV5ll65JqCo/Shn6yvRFWgI/AAAAAAAAAAY/EghhJIgBDiM/S220/private_1_1b6a8e8ba28c0673b84d3ec9de797fae55974c5e70d60d8433bd88fca6a186d3l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8865110865938191433.post-1367130170143134240</id><published>2009-05-24T18:42:00.000-07:00</published><updated>2009-05-24T18:43:26.535-07:00</updated><title type='text'>Ayah yang Baik</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Tahoma; font-size: 13px; line-height: 18px; -webkit-border-horizontal-spacing: 1px; -webkit-border-vertical-spacing: 1px; "&gt;huhuhuhu ayah yang baik.......&lt;br /&gt;karena dikau baik.... saya kasih oleh2 deh wat Ayah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata Ayah Itu Menakjubkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun - Dan (tapi) selalu membutuhkan kehadirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah hanya menyuruhmu mengerjakan pekerjaan yang kamu sukai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil, tapi dia tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah tidak Ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah selalu tepat janji! Dia akan memegang janjinya untuk membantu seorang teman, meskipun ajakanmu untuk pergi memancing sebenarnya lebih menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah akan tetap memasang kereta api listrik mainanmu selama bertahun-tahun, meskipun kamu telah bosan, karena IA tetap ingin kamu main kereta api itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah selalu sedikit sedih ketika melihat anak-anaknya pergi bermain dengan teman-teman mereka.karena dia sadar itu adalah akhir masa kecil mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah mulai merencanakan hidupmu ketika tahu bahwa ibumu hamil (mengandungmu) , tapi begitu kamu lahir, IA mulai membuat revisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah membantu membuat impianmu jadi kenyataan bahkan diapun bisa meyakinkanmu untuk melakukan hal-hal yang mustahil, seperti mengapung di atas air setelah IA melepaskanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah mungkin tidak tahu jawaban segala sesuatu, tapi IA membantu kamu mencarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah mungkin tampak galak di matamu, tetapi di Mata teman-temanmu dia tampak lucu Dan menyayangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah sulit menghadapi rambutnya yang mulai menipis....jadi dia menyalahkan tukang cukurnya menggunting terlalu banyak di puncak kepala (*_~).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah akan selalu memelihara janggut lebatnya, meski telah memutih, agar kau bisa "melihat" para malaikat bergelantungan di sana Dan agar kau selalu bisa mengenalinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah selalu senang membantumu menyelesaikan PR, kecuali PR matematika terbaru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah lambat mendapat teman, tapi dia bersahabat seumur hidup..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah benar-benar senang membantu seseorang... Tapi IA sukar meminta bantuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah terlalu lama menunda untuk membawa Mobil ke bengkel, karena IA merasa dapat memperbaiki sendiri segalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah di dapur.. Membuat memasak seperti penjelajahan ilmiah. Dia punya rumus-rumus Dan formula racikannya sendiri, Dan hanya dia sendiri yang mengerti bagaimana menyelesaikan persamaan-persamaan rumit itu. Dan hasilnya?... .mmmmhhh..." tidak terlalu mengecewakan" (^_~). Ayah akan sesumbar, bahwa dirinyalah satu- satunya dalam keluarga yang dapat memasak tumis kangkung rasa barbecue grill. (*_~).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah mungkin tidak pernah menyentuh sapu ketika masih muda, tapi IA bisa belajar dengan cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah sangat senang kalau seluruh keluarga berkumpul untuk makan malam...walaupun harus makan dalam remangnya lilin karena lampu mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk membuatmu senang tapi tidak takut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah akan memberimu tempat duduk terbaik dengan mengangkatmu dibahunya, ketika pawai lewat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah tidak akan memanjakanmu ketika kamu sakit, tapi IA tidak akan tidur semalaman. Siapa tahu kamu membutuhkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah menganggap orang itu harus berdiri sendiri, jadi dia tidak mau memberitahumu apa yang harus kamu lakukan, tapi IA akan menyatakan rasa tidak setujunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah percaya orang harus tepat waktu. Karena itu dia selalu lebih awal menunggumu di depan rumah dengan sepeda tuanya, untuk mengantarkanmu dihari pertama masuk sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AYAH ITU MURAH HATI..... Ia akan melupakan apa yang IA inginkan, agar bisa memberikan apa yang&lt;br /&gt;Kamu butuhkan.... ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia membiarkan orang-orangan sawahmu memakai sweater kesayangannya. ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia membelikanmu lollipop merk baru yang kamu inginkan, Dan IA akan menghabiskannya kalau kamu tidak suka.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menghentikan apasaja yang sedang dikerjakannya, kalau kamu ingin bicara...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia selalu berfikir Dan bekerja keras untuk membayar spp mu tiap semester, meskipun kamu tidak pernah membantunya menghitung berapa banyak kerutan di dahinya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan dia akan senang hati mendengarkan nasehatmu untuk menghentikan kebiasaan merokoknya.. ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah mengangkat beban berat dari bahumu dengan merengkuhkan tangannya disekeliling beban itu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah akan berkata "tanyakan saja pada ibumu" ketika IA ingin berkata "tidak".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah tidak pernah marah, tetapi mukanya akan sangat merah padam ketika anak gadisnya menginap di rumah teman tanpa izin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan diapun hampir tidak pernah marah, kecuali ketika anak lelakinya kepregok menghisap rokok dikamar mandi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah mengatakan "tidak apa-apa mengambil sedikit resiko asal kamu sanggup kehilangan apa yang kamu harapkan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pujian terbaik bagi seorang ayah adalah ketika dia melihatmu melakukan sesuatu persis seperti caranya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah lebih bangga pada prestasimu, daripada prestasinya sendiri....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah hanya akan menyalamimu ketika pertama kali kamu pergi merantau meningalkan rumah, karena kalau dia sampai memeluk mungkin IA tidak akan pernah bisa melepaskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah mengira seratus adalah tip..; Seribu adalah uang saku..; Gaji pertamamu terlalu besar untuknya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah tidak suka meneteskan air Mata ..... Ketika kamu lahir Dan dia mendengar kamu menangis untuk pertama kalinya, dia sangat senang sampai-sampai keluar air dari matanya (ssst..tapi sekali lagi ini bukan menangis). Ketika kamu masih kecil, IA bisa memelukmu untuk mengusir rasa takutmu...ketika kau mimpi akan dibunuh monster... Tapi.....ternyata dia bisa menangis Dan tidak bisa tidur sepanjang malam, ketika anak gadis kesayangannya di rantau tak memberi kabar selama hampir satu bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau tidak salah ayah pernah berkata :" kalau kau ingin mendapatkan pedang yang tajam Dan berkwalitas tinggi, janganlah mencarinya dipasar apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai besinya. begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu,jika kau ingin mendapatkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada Yang Menciptakannya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk masadepan anak lelakinya Ayah berpesan: "jadilah lebih kuat dan tegar daripadaku, pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak wanita yang lebih baik dari ibumu , berikan yang lebih baik untuk menantu dan cucu-cucuku, daripada apa yang yang telah ku beri padamu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Untuk masadepan anak gadisnya ayah berpesan: "jangan cengeng meski kau seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari terbaik untuk ayah anak-anakmu kelak! laki-laki yang lebih bisa melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kau gantikan posisi Ayah di hatimu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah bersikeras,bahwa anak-anakmu kelak harus bersikap lebih baik daripada kamu dulu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah bisa membuatmu percaya diri... karena ia percaya padamu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi dia hanya mencoba melakukan yang terbaik....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan terpenting adalah... Ayah tidak pernah menghalangimu untuk mencintai Tuhan, bahkan dia akan membentangkan seribu jalan agar kau dapat menggapai cintaNya, karena diapun mencintaimu karena cintaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan untuk semua yang sedang merindukan Ayah,&lt;br /&gt;ssssssssttt. ..! Tau gak siii? Ternyata ayah itu benar-benar MENAKJUBKAN... &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8865110865938191433-1367130170143134240?l=isal-go.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isal-go.blogspot.com/feeds/1367130170143134240/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://isal-go.blogspot.com/2009/05/ayah-yang-baik.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8865110865938191433/posts/default/1367130170143134240'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8865110865938191433/posts/default/1367130170143134240'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isal-go.blogspot.com/2009/05/ayah-yang-baik.html' title='Ayah yang Baik'/><author><name>iisal :)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05074571180169883322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_KV5ll65JqCo/Shn6yvRFWgI/AAAAAAAAAAY/EghhJIgBDiM/S220/private_1_1b6a8e8ba28c0673b84d3ec9de797fae55974c5e70d60d8433bd88fca6a186d3l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8865110865938191433.post-5636908188928710561</id><published>2009-05-24T18:39:00.000-07:00</published><updated>2009-05-24T18:42:26.778-07:00</updated><title type='text'>sedih dech ihikkkk ihikkk</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Tahoma; font-size: 13px; line-height: 18px; -webkit-border-horizontal-spacing: 1px; -webkit-border-vertical-spacing: 1px; "&gt;Suatu kisah terlahir dari desa&lt;br /&gt;Ada Odo, anak lelaki yang berbakti pada orang tua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap hari pergi ke jalanan&lt;br /&gt;Meramaikan pelangi lalu lintas tempat berhentinya mobil-mobil sekejap&lt;br /&gt;Menjual koran demi hidup keluarganya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Odo tak usah sekolah saja, mak!&lt;br /&gt;Kalau Odo sekolah siapa yang cari uang?”&lt;br /&gt;Ayahnya meninggal.&lt;br /&gt;Empat hari lalu.&lt;br /&gt;Meninggalkan empat orang anak.&lt;br /&gt;Odo yang baru tujuh tahun&lt;br /&gt;Dan adik-adiknya yang masih balita!&lt;br /&gt;Si bungsu saja baru berusia empat belas hari!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Odo menjadi ayah untuk adik-adiknya di usia belia&lt;br /&gt;Walau begitu Odo tetap menjadi anak bagi janda empat orang anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Odo tetap seorang anak&lt;br /&gt;Butuh bermain, butuh sekolah dan butuh perhatian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari empat hari lalu, kepalanya terasa sakit.&lt;br /&gt;Sakit seperti di tusuk-tusuk jarum.&lt;br /&gt;Ia mengaduh pada ibunya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kita besok ke puskesmas saja yah,do!”&lt;br /&gt;Odo berusaha menahan sakit kepalanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah diperiksa, dokter memberikan surat untuk ibunya&lt;br /&gt;”Anak Ibu harus di rawat ke rumah sakit karena ia menderita kanker otak!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu hanya menangis. Sempat ibu tak percaya yang terjadi!&lt;br /&gt;Odo yang tak tahu apa-apa terus saja bekerja walau ibu melarangnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tak menangis ketika kepalanya seakan dipukul oleh palu&lt;br /&gt;Ia berusaha menutupi kesakitannya karna tak ingin ibunya sedih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah ia bertanya, ”Apa Odo akan mati, Bu?”&lt;br /&gt;Lagi-lagi ibu hanya menjawab dengan tangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kamarnya, Odo menulis sebuah surat untuk pak presiden&lt;br /&gt;Kau tahu apa isisnya???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isinya: Jika aku mati karena penyakitku ini, mohon pak presiden jaga Ibu dan adik-adikku yah! Beri mereka hidup yang layak! Beri mereka pendidikan agar mereka bisa pintar dan bisa menyembuhkan orang lain yang terkena penyakit sepertiku secara gratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekedar Sharing aja ... Moga moga bermanfaat..&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8865110865938191433-5636908188928710561?l=isal-go.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isal-go.blogspot.com/feeds/5636908188928710561/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://isal-go.blogspot.com/2009/05/sedih-dech-ihikkkk-ihikkk.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8865110865938191433/posts/default/5636908188928710561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8865110865938191433/posts/default/5636908188928710561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isal-go.blogspot.com/2009/05/sedih-dech-ihikkkk-ihikkk.html' title='sedih dech ihikkkk ihikkk'/><author><name>iisal :)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05074571180169883322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_KV5ll65JqCo/Shn6yvRFWgI/AAAAAAAAAAY/EghhJIgBDiM/S220/private_1_1b6a8e8ba28c0673b84d3ec9de797fae55974c5e70d60d8433bd88fca6a186d3l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
